Pengertian Catur Purusa Artha

Om Swastyastu, pada kesempatan ini akan membahas Pengertian Catur Purusa Artha – Dalam ajaran agama Hindu ada doktrin “Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma” yang artinya tujuan agama adalah untuk mencapai jagaditha dan moksa. Konsep Catur Purusa Artha yaitu tujuan hidup manusia yang sempurna, yang terdiri dari Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.

Pengertian Catur Purusa Artha

Dalam ajaran agama Hindu ada doktrin “Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma” yang artinya tujuan agama adalah untuk mencapai jagaditha dan moksa. Jagadhita berarti kebahagiaan/ ketentraman batin. Jelaslah bahwa “Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma” adalah ajaran yang merupakan tujuan hidup manusia. Ajaran ini selanjutnya dijabarkan dalam konsep Catur Purusa Artha yang terdiri dari tiga kata, yaitu :

Catur berarti empat,

Purusa berarti jiwa/ manusia,

Artha di sini berarti tujuan hidup.

Jadi Catur Purusa Artha berarti empat tujuan hidup manusia yang utama, dalam menjalani kehidupan sebagai manusia harus mengertia tentang tujuan – tujuan hidup di dunia material ini, adapun bagian – bagian dari Catur Purusa Artha yang terdiri dari Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.

Bagian –  Bagian Catur Purusa Artha

Adapun bagian – bagian dari Catur Purusa Artha yaitu :

a. Dharma

Kata Dharma berasal dari bahasa Sansekerta, dari akar kata “dhr” yang berarti menjinjing, memelihara, dan memangku/ mengatur, dalam kitab Santhi Parwa 109.11 menguraikan :

“Dharanad dharman ityahur, dharmena widhrtah prajah”

Artinya : Dharma dikatakan datang dari kata dharana, yang berarti memangku dan mengatur.

Dari kutipan sloka tersebut dapat dikatakan bahwa semua yang ada di dunia ini telah mempunyai dharma dan diatur oleh dharma.

b. Artha

Artha merupakan alat untuk mencapai kepuasan hidup, adapun fungsi Artha dalam kehidupan dibagi menjadi tiga, yaitu :

  • Maha don dharma karya ( untuk kepentingan dharma/ agama ) seperti untuk melaksanakan Panca Yadnya.
  • Maha don kama karya ( untuk dinikmati/ memenuhi kama ) seperti : makanan, pendidikan, hiburan, dan sebagainya yang tidak bertentangan dengan dharma.
  • Maha don artha karya ( dikembangkan untuk kemakmuran dan kesejahtraan ) seperti : ditabung, untuk dagang, perusahaan, investasi, dan sebagainya.

Baca juga : Pengertian Yadnya

Artha sangat diperlukan dalam kehidupan di dunia ini sebagai sarana baik dalam melaksanakan ajaran agama maupun dalam kehidupan sehari – hari, dalam usaha untuk mendapatkan artha hendaknya selalu dilandasi dengan dharma. Jika tidak maka artha yang didapan dianggap tidak baik atau noda. Jadi dalam memperoleh artha atau kekayaan seharusnya berlandasan dengan ajaran dharma dan pemakain kekayaan tersebut sebaiknya digunakan untuk keperluan agama, keperluan sehari, ataupun untuk beryadnya.

c. Kama

Kama berarti nafsu atau keinginan yang dapan memberikan kepuasan atau kesejahtraan hidup. Kepuasan atau kenikatan tersebut memang merupakan salah satu tujuan atau kebutuhan manusia. Pada umumnya Kama sering diartikan kemauan, kesenangan, cinta dan kebahagiaan. Kenikmatan yang terdapat melalui indra, tetapi harus berlandaskan dharma di dalam mendapatkannya. Pengertian kama  yang berarti kesenangan dan cinta kasih yan penuh keiklasan terhadap sesama makhluk hidup yang sangat penting memupuk cinta kasih kepada kebenaran, keadilan, kejujuran untuk mencapai kesenangan, dan kebahagiaan itu.

Sehubunga dengan cinta kasih ini maka kama tersebut dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu disebut Tri Parartha yang terdiri dari :

  • Asih adalah menyayangi dan mengasihi sesama makhluk hidup sama seperti mengasihi diri sendiri. Kita harus saling Asah ( harga menghargai ) Asih ( cinta mencintai ) dan, Asuh ( hormat menghormati ), dan Tat Twam Asi terhadap sesama makhluk. Semua itu kita lakukan dengan tujuan agar terwujudnya kerukunan, kedamaian, dan keharmonisan dalam kehidupan ini, sehingga tercapai pula masyarakat yang tentram dan sejahtera.
  • Punia adalah perwujudan cinta kasih kepada orang lain dengan selalu menolong dan memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain.
  • Bhakti adalah cinta kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan senantiasa bersujud kepadanya dalam bentuk pelaksanaan upacara agama. Tujuan utamanya adalah agar tercapainya kebahagiaan yang kekal, yaitu bersatunya Atma dan Paramatma.

Jadi setian keingin harus berdaskan dengan ajaran agama, dalam hal ini harus berdasarkan dharma, cinta kisah yang dilakukan harus senantiasa memberikan manfaat ke sesama makhluk hidup, jangnanlah memberikan cintan kasih itu pilih kasih atau memberikan cinta kasih kepada orang – orang tertentu.

d. Moksa

Manusia harus menyadari bahwa perjalanan hidup pada hakekatnya adalah perjalanan mencari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, lalu bersatu dengan beliau. Perjalanan ini merupakan perjalanan yang penuh dengan rintangan bagaikan mengarungi samudra yang bergelombang. Dalam bersatunya Atman dengan Brahma maka berakhirlah proses atau lingkaran Punarbhawa/ Samsarga bagi Atman. Berdasarkan atas keadaan Atma dalam hubungannya denga Tuhan maka moksa tersebut dibedakan atas empat macam tingkatan yaitu :

  • Samipya adalah moksa atau kebebasan yang dicapai semasa masih hidup, terutama dicapai oleh maharsi pada saat melakukan Yoga Smadhi.
  • Sarupya adalah kebebasan yang dicapai semasih hidup dimana kedudukan atma dapat mengatasi unsur – unsur maya. Kendatipun Atma mengambil perwujudan tertentu namun tidak terikat oleh ikatan duniawi. Contohnya : Awatara.
  • Saloknya/ Karma Mukti adalah kebebasan yang dicapai oleh sang atma itu sendiri, dimana Atma berada pada posisi kesadaran sama denga Ida Sang Hyang Widhi Wasa, akan tetapi belum dapat bersatu, dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Atma itu telah mencapai tingkat “Dewa”.
  • Sayujya/ Purna Mukti adalah tingkat kebebasan yang paling tinggi dan sempurna di manan Atma telah bersatu atau bersenyawa dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan tidak terbatas oleh apapun sehingga benar – benar telah mencapai Brahman Atma Aikyam yaitu Atma dan Brahman benar – benar bersatu.

Baca juga : Pengertian Moksa

Jadi ingatlah, hidup di dunia ini merupakan perjalan untuk mencari dan mencapai tingkat kebebasan Atma agar dapat bersatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, untuk itu lakukanlah kegian – kegiatan di dunia ini sesuai dengan ajaran agama dan belajarlah dari ajaran agama.

Demikian penjelasan tentang Pengertian Catur Purusa Artha , semoga dapat bermanfaat. Om, Santhi, Santhi, Santhi Om.

Baca juga : Pengertian Catur Marga Yoga

Kesimpulan

Tujuan agama adalah untuk mencapai jagaditha dan moksa. Jagadhita berarti kebahagiaan/ ketentraman batin. Jelaslah bahwa “Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma” adalah ajaran yang merupakan tujuan hidup manusia. Ajaran ini selanjutnya dijabarkan dalam konsep Catur Purusa Artha.

Adapun bagian – bagian dari Catur Purusa Artha yaitu : Dharma berasal dari bahasa Sansekerta, dari akar kata “dhr” yang berarti menjinjing, memelihara, dan memangku/ mengatur, Artha merupakan alat untuk mencapai kepuasan hidup, Kama berarti nafsu atau keinginan yang dapan memberikan kepuasan atau kesejahtraan hidup, dan Moksa berarti manusia harus menyadari bahwa perjalanan hidup pada hakekatnya adalah perjalanan mencari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, lalu bersatu dengan beliau.

Teteaplah berjalan pada ajaran agama, dan melangkahlah dalam ajaran dharma, sehingga kita lahir di dunia ini dapat menebus kesalahan – kesalahan di masalalu, dan kita dapat berjalan dan bersatu denga Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Daftar Pustaka

Widya Dharma Agama Hindu oleh : Drs. Ida Bagus Sudirga, dkk Ganeca, 2016

I Wayan Kawinada, S.Pd., M.Si. dan I Nyoman Jati, S.Pd. Materi Penyuluhan Agama Hindu. Karangasem : Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Karangasem. 2015 : 27 – 31.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *